Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabatku yang dirahmati Allah,semoga kebahagiaan senantiasa menyapa jiwa indahmu.. Sedikit renungan buat saya dan sahabat tentang pentingnya berbakti kepada ibu dan ayah ,semoga membawa manfaat :) Sebagaimana kita maklumi bahwa setiap Hamba mengharapkan dan mengidamkan kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat, memperoleh kemudahan dan keluasan pintu rizki, dan keberkahan di dalamnya. Untuk itu, kita harus mengenal rambu-rambu yang dapat mengantarkan kita padanya. Juga akibat-akibat durhaka pada mereka, agar kita terhindar dari hambatan dan penghalang untuk meraih harapan dan cita-cita.
Karena profesionalisme sangat tidak cukup untuk mengantarkan kita pada cita-cita. Bahkan limpahan rizki dan materi pasti juga tidak cukup untuk mengantarkan manusia pada kebahagiaan dan kesuksesan yang sejati di dunia dan akhirat.Justru sebaliknya, tanpa disadari materi yang melimpah sering menghantam kehidupan manusia menuju kegelisahan. Sehingga ia terjatuh ke dalam kesengsaan batin didunia, dan penderitaan yang abadi di akhirat.
Untuk itu, kita sebagai hamba yang lemah dan tidak akan pernah lepas dari jeratan nafsu,sangatlah membutuhkan bantuan dari Allah dan Rasul-Nya serta Ahlul baitnya untuk mengenal secara baik rambu-rambu tersebut. Allah swt menegaskan dalam firman-Nya: “Rendahkan dirimu terhadap mereka dengan penuh kasih sayang, dan ucapkan: “Duhai Tuhanku, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.” (Al-Isra’: 24).Rasulullah saw bersabda:
“Berbaktilah kamu pada orang tuamu, niscaya anak-anakmu akan berbakti padamu. Jagalah kesucian isteri orang lain, niscaya kesucian isterimu akan terjaga.” (Al-Wasail 20: 356) Berbakti tidak cukup hanya saat mereka hidup Rasulullah saw pernah ditanyai: “Siapakah yang paling besar haknya terhadap seseorang?” Beliau menjawab: “Kedua orang tuanya.” Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya ada orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya ketika mereka hidup, jika ia tidak memohonkan ampunan untuk mereka setelah meninggal, maka ia dicatat sebagai anak yang durhaka kepada keduanya. Dan sungguh ada orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya ketika mereka hidup, tapi sesudah mereka meninggal ia memperbanyak istighfar untuk keduanya, maka ia dicatat sebagai anak yang berbakti.” (Mustadrak Al-Wasâil 2: 112) Tingkat kewajiban berbakti pada orang tua Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Berbakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban yang paling besar.” (Mustadrak Al-Wasâil 15: 178) Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Ada tiga hal yang wajib dilaksanakan: Menunaikan amanat kepada orang yang baik atau yang zalim, memenuhi janji kepada orang yang baik atau yang zalim, dan berbakti kepada kedua orang tua yang baik atau yang zalim.” (Mustadrak Al-Wasâil 15: 179) .................................................................. Sebagaimana durhaka pada mereka berdampak ke dalam kehidupan, juga berbakti kepada mereka memiliki dampak dan akibat positif ke dalam kehidupan kita. Dampak positifnya tersebut antara lain: #Diridhai oleh Allah Azza wa JallaDalam hadis Qudsi Allah swt berfirman:
“Sesungguhnya yang pertama kali dicatat oleh Allah di Lawhil mahfuzh adalah kalimat: ‘Aku adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Aku, barangsiapa yang diridhai oleh kedua orang tuanya, maka Aku meridhainya; dan barangsiapa yang dimurkai oleh keduanya, maka Aku murka kepadanya.” (Jâmi’us Sa’adât, penghimpun kebahagiaan, 2: 263). Imam Ja’far Ash-Shaqiq (sa) berkata: “Takutlah kamu kepada Allah, dan janganlah durhaka kepada kedua orang tuamu, karena ridha mereka adalah ridha Allah dan murka mereka adalah murka Allah.” (Al-Kafi 2: 349) #Disayangi oleh Allah swt Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa): “…Wahai Ali, Allah menyayangi kedua orang tua yang melahirkan anak karena keberbaktiannya kepada mereka. Wahai Ali, barangsiapa yang membuat sedih kedua orang tuanya, maka ia telah durhaka kepada mereka.” (Al-Faqîh 4: 371) "Ya AllahIndahkan kepada mereka ucapanku
Haluskan kepada mereka tabiatku
Lembutkan kepada mereka hatiku
Jadikanlah Hamba orang yang sangat mencintai merekaYa Allah,
Jangan biarkan daku lupa untuk menyebut nama mereka sesudah shalatku
pada saat-saat malamku, pada saat-saat siangkuYa Allah
Jika ampunan-Mu lebih dahulu datang kepada mereka,
izinkan mereka untuk memberi pertolongan kepada hamba
Jika ampunan-Mu lebih dahulu sampai kepada hamba,
izinkan Hamba untuk memberi pertolongan kepada mereka
Sehingga dengan kasih sayang-Mu,kami mampu berkumpul di rumah-Mu yang mulia
di tempat ampunan dan kasih-MuSungguh Engkau Pemilik karunia yang besar dan anugerah yang abadi
Engkaulah Yang maha Pengasih dari semua yang mengasihi #Kebahagiaan dan Sakinah dalam rumah tangga Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang percaya kepadaku tentang berbakti kepada kedua orang tua dan menjalin silaturrahmi, maka aku akan menjaminnya dalam hal penambahan harta, penambahan umur, dan sakinah dalam rumah tangganya.” (Mustadrak Al-Wasâil 15: 176) #Menambah umur dan Rizki Imam Ja’far (sa) berkata: “Jika kamu ingin ditambah umurmu oleh Allah, maka bahagiakan kedua orang tuamu. Berbakti kepada mereka dapat menambah rizki.” (Al-Wasâil 18: 371). #Kemudahan saat sakaratul maut Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin memperoleh kemudahan saat sakaratul maut, maka hendaknya ia menjalin silarurrahim dengan kerabatnya, dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” (Bihârul Anwâr 74: 66) #Kemudahan perhitungan amal pada hari kiamat Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Berbakti kepada orang tua dan menjalin silaturrahmi akan dimudahkan hisab amalnya…” (Mustadrak Al-Wasâil 15: 177) ....................................................................... Subhanallah sahabat, Dari renungan yang telah kita baca diatas semoga mampu memberi inspirasi dan motivasi pada jiwa saya pribadi dan sahabat ,untuk mampu dan terus berusaha menjadi seorang ananda yang berbakti kepada kedua ibu dan ayah.Ananda yang mampu menjadi penyejuk jiwanya, ketika ia sedang dilanda sedih dan gelisah.
Ananda yang takkan biarkan waktu berlalu,tanpa menyentuhnya dalam doa,memohon ampunan atas dosa dimasa lalu atas khilaf yang tercipta demi meraih setitik harap tuk ciptakan mimpi dan rengekan jiwa.Ibu,Ayah..
Dengarlah senandung doa yang kurangkai menyentuh jiwamu..
Ampunilah ananda yang tak hentinya menggores luka pada jiwa indahmu,hingga hadirkan tetes jiwa dari parasmu..
Padahal ananda tau,
Hanya engkaulah yang mengerti sang Hati,
ketika tak satupun jiwa yang mengerti tangisku,
Ketika tak satupun jiwa yang ingin mendengar keluh kesahkuEngkaulah dekapan keteduhan,,yang tiada henti menungguku,berharap ananda hadir menyapamu,mengucap rindu dan itu ananda lakukan hanya ketika gelisah menghampiriku..
Ampunilah Ego sang Hati wahai Malaikatku,Ibu,Ayah..
Izinkanlah ananda untuk mampu abadikan senyum indahmu dalam syurgaNya,
Mendambamu hadir ditiap alunan rindu dalam syahdu doaku.. Dengan menyebut namaMu ,Maha Kasih,
Ampunilah dosa ibu dan Ayahku,
Bukakanlah pintu hati untuknya ya Tuhan,
Agar hamba mampu hapus khilafnya dimasa lalu,
Agar hamba mampu memafkannya dari apa yang tak mampu Hamba pahami,
Engkaulah yang Maha Mengetahui
Izinkanlah Hamba tuk mengerti gelisahnya,derai jiwanya,letih hatinya,luka batinnya
Yang terkadang hamba abaikan demi hak Hati,demi Nafsu dan AngkuhkuIbu,Ayah..
Walau tak lagi kutatap senyum indahmu
Inilah ananda yang abadikan kasihmu dalam genggam amanahmu.Ibu,Ayah..
Dengarlah senandung rinduku,
Rint
ihan Jiwa buah hatimu..
Dari Hati Untukmu,Ibunda,Ayahnda..
"Senandung Jiwa untukmu"
Sumber materi :
HMS))
Semoga membawa manfaat sahabat,
Wassalammualaikum Wr.Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar